Sejarah Sekolah Menengah Pertama salah satu kebijakan raffles dalam bidang pemerintahan yang berkaitan dengan wilayah administratif

salah satu kebijakan raffles dalam bidang pemerintahan yang berkaitan dengan wilayah administratif

Jawaban:

Kebijakan Raffles di bidang pemerintahan:

1. Penerapan pajak tanah dan penghapusan penyerahan wajib

2. Penghapusan perbudakan

3. Menjadikan Bupati sebagai jabatan yang tidak diwariskan

4. Menerapkan sistem Hukum Inggris dengan juri dalam sidang

5. Menerapkan sistem Karesidenan

Pembahasan:

Pemerintah kolonial Inggris menduduki Indonesia pada tahun 1811 hingga tahun 1815. Pendudukan Inggris ini seiring dengan invasi dan kemenangan Inggris atas Hindia Belanda (nama Indonesia saat itu).

Gubernur Jenderal Inggris di India Gilbert Elliot-Murray-Kynynmound, Earl Minto (biasa dikenal dengan nama Baron Minto) menunjuk Sir Thomas Stamford Raffles sebagai penguasa Indonesia dengan gelar ”Letnan Gubernur”. Sebagai pemimpin pendudkan Inggris di Indonesia, Raffles mengambil beberapa kebijakan penting:

1. Penerapan pajak tanah dan penghapusan penyerahan wajib

Raffles melakukan modernisasi dalam pemungutan pendapatan. Bila sebelumnya pemerintahan Belanda menerapkan sistem peyerahan wajib (Verplichte Laverantie)terhadap hasil bumi, maka Raffles menggantinya dengan sistem pajak atau sewa tanah. Dalam sistem baru ini, tanah di Indonesia di bagi menjadi beberapa kategori dengan besar pajak yang berbeda.

2. Penghapusan perbudakan

Raffles melarang secara resmi perbudakan, dan menghapuskan perdagangan budak yang sebelumnya banyak dilakukan oleh pemerintah Belanda.

Tapi karena kurangnya pengawasan perbudakan masih berlangsung. Ini terutama terjadi dari perbudakan hasi perompakan dan perbudakan di wilayah yang jauh di luar Jawa.Salah satu kolega Rafless yaitu Alexander Hare saat itu mendapat tanah luas dari Sultan Banjar. Dia kemudian membangun kerajaan sendiri, dengan budak-budak sebagai pekerja kasarnya. Karena kekejamannya dan beban perkejaan serta kondisi berat, banyak budak yang akhirnya mati. Kejadian inilah yang akhirnya dikenal sebagai Banjarmasin Enormity.

3. Menjadikan Bupati sebagai jabatan yang tidak diwariskan

Sebelumnya pada masa pemerintahan VOC, Belanda menggunakan para priyayi (bangsawan) di Jawa untuk mengatur Jawa. Para bupati ini menjadi penguasa bawahan VOC, dan jabatan bupati ini diwakilkan secara turun temurun. Namun Raffless melakukan reformasi dan membuat jabatan ini tidak diwariskan namun ditunjuk oleh pemerintah pusat di Batavia.

4. Menerapkan sistem Hukum Inggris dengan juri dalam sidang

Gubernur Jenderal Hindia Belanda sebelumnya, Herman Wilhelm Daendels, menerapkan hukum Perancis (Kode Napoleon) sebagai peraturan hukum di Indonesia. Pada masa Raffles sistem ini digantikan dengan sistem hukum Inggris (Common Laws) yang ditandai dengan adanya sistem juri dan magistrat. Namun, setelah Belanda kembali berkuasa, sistem hukum Inggris ini tidak berlaku lagi dan digantikan kembali dengan Kode Napoleon.

5. Menerapkan sistem Karesidenan

Raffles membagi Jawa menjadi 16 karesidenan, yang dipimpin oleh seorang resident berkebangsaan Eropa. Residen ini membawahi beberapa bupaiti yang diduduki kalangan priyayi asli. Dalam pemerintahannya, Raffles hanya dibantu oleh sedikit orang Inggris, sehingga masih banyak memperkerjakan tenaga administrasi Belanda.

Kelas: VIII

Mata Pelajaran: Sejarah

Materi: Pendudukan Inggris di Indonesia

Kata Kunci: Thomas Stamford Raffles

Penjelasan:

[answer.2.content]